Yogyakarta — Konferwil IPNU ke-XIX dan IPPNU ke-XV Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2029. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Nadru Aulia Rahman terpilih sebagai Ketua PW IPNU DIY dan Nurul Faroh Almuna sebagai Ketua PW IPPNU DIY.
Terpilihnya keduanya menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru dalam tubuh IPNU–IPPNU DIY yang diharapkan mampu melanjutkan sekaligus memperkuat gerakan pelajar NU di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Nadru Aulia Rahman menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Konferwil serta menegaskan komitmennya untuk membawa IPNU DIY menjadi organisasi pelajar yang adaptif dan berdampak.
“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. IPNU DIY ke depan harus mampu merespons tantangan zaman, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan gerakan pelajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Nurul Faroh Almuna menegaskan bahwa IPPNU DIY akan terus memperkuat peran pelajar putri sebagai subjek perubahan yang aktif, inklusif, dan berdaya.
“IPPNU harus menjadi ruang aman dan ruang tumbuh bagi pelajar putri untuk berproses, berkontribusi, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan peradaban,” tuturnya.
Kepemimpinan baru IPNU–IPPNU DIY juga menegaskan komitmen untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta mengimplementasikan rekomendasi dan gagasan strategis hasil Konferwil sebagai arah gerak organisasi ke depan.
Konferwil IPNU ke-XIX dan IPPNU ke-XV DIY menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pemilihan ketua, melainkan wadah perumusan visi besar pelajar NU DIY dalam merajut gagasan dan menggerakkan peradaban.



