Yogyakarta — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU ke-XIX dan IPPNU ke-XV pada Jumat, 17 Januari 2026, bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Gagasan, Menggerakkan Peradaban.”
Konferwil merupakan forum permusyawaratan tertinggi IPNU dan IPPNU di tingkat provinsi yang menjadi ruang strategis bagi pelajar NU untuk melakukan evaluasi organisasi, merumuskan arah gerakan, serta menyusun gagasan masa depan IPNU–IPPNU DIY.
Sebelum pelaksanaan Konferwil, PW IPNU–IPPNU DIY telah menyelenggarakan Pra-Konferwil pada 11 Januari 2026 di Kantor DPD RI DIY sebagai bagian dari tahapan konsolidasi dan pematangan agenda strategis organisasi.
Ketua PW IPNU DIY Masa Khidmat 2022–2025, Didi Manarul Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Konferwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum ideologis dan intelektual pelajar NU.
“Konferwil ini tidak hanya soal kontestasi kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana pelajar NU merumuskan gagasan besar untuk menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi peradaban,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua PW IPPNU DIY 2022–2025, Fildzah Lina Rohmatina, menyampaikan bahwa IPPNU dan IPNU harus terus menjadi ruang tumbuh kader yang progresif, inklusif, dan berdaya.
“Tema Merajut Gagasan, Menggerakkan Peradaban adalah refleksi komitmen pelajar NU untuk terus bergerak, berpikir, dan berdampak,” ungkapnya.
Sebagai itu, Ketua Steering Committee (SC) Konferwil, Sholahuddin Zamzambela, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Konferwil dirancang tidak hanya sebagai forum formal organisasi, tetapi juga sebagai ruang dialektika gagasan dan penguatan intelektual di kalangan pelajar.
“Konferwil ini kami desain sebagai ruang permusyawaratan yang bermartabat, inklusif, dan visioner. Harapannya, gagasan-gagasan yang lahir dari forum ini mampu menjadi pijakan gerakan IPNU dan IPPNU DIY ke depan dalam menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Dengan semangat kolektif dan partisipatif, Konferwil XIX IPNU dan XV IPPNU DIY diharapkan mampu melahirkan arah gerakan yang progresif serta memperkuat peran pelajar NU dalam merajut gagasan dan menggerakkan peradaban.



